Tangguh Terpercaya!

CREDIT UNION BANURI HARAPAN KITA Sebagai Sponsor Gawai Adat Dayak Nosu Mino Podi XXII Tahun 2026

CREDIT UNION BANURI HARAPAN KITA Sebagai Sponsor Gawai Adat Dayak Nosu Mino Podi XXII Tahun 2026

Gawai Adat Dayak Nosu Mino Podi XXII Tahun 2026 merupakan salah satu agenda budaya terbesar masyarakat Dayak di Kabupaten Sanggau yang diselenggarakan pada tanggal 7–9 Juli 2026 di Rumah Betang Dori Mpulor, Kabupaten Sanggau. Kegiatan ini mempertemukan seluruh Dewan Adat Dayak (DAD) tingkat kecamatan sebagai wadah pelestarian budaya, mempererat persaudaraan, serta memperkenalkan potensi sosial dan ekonomi masyarakat Dayak.
Sebagai lembaga keuangan berbasis komunitas yang lahir dan berkembang bersama masyarakat Dayak, CU Banuri Harapan Kita mengambil bagian sebagai salah satu sponsor kegiatan. Dukungan tersebut merupakan implementasi komitmen CU dalam mendukung pelestarian budaya sekaligus memperkuat hubungan dengan masyarakat sebagai basis utama keanggotaan.

Keterlibatan CU Banuri Harapan Kita bertujuan untuk:

  1. Memperkuat citra CU sebagai lembaga yang peduli terhadap pelestarian budaya Dayak;
  2. Meningkatkan pengenalan (brand awareness) CU kepada masyarakat luas;
  3. Memperkenalkan produk-produk unggulan CU kepada calon anggota;
  4. Mempererat hubungan dengan pemerintah daerah, Dewan Adat Dayak, dan tokoh masyarakat;
  5. Membangun kepercayaan masyarakat terhadap keberadaan CU sebagai mitra pembangunan ekonomi.

Mengadakan sesi doorprize sebagai motivasi masyarakat dan lebih mengenal CU Banuri Harapan Kita bersama produk-produknya melalui kuis terkait.

Kegiatan berlangsung selama tiga hari, yaitu tanggal 7–9 Juli 2026, bertempat di Rumah Betang Dori Mpulor.

Peserta berasal dari:

  1. 15 Dewan Adat Dayak Kecamatan
  2. Setiap kecamatan mengirim sekitar 100–130 peserta

Dengan demikian jumlah peserta resmi diperkirakan mencapai sekitar 1.500–1.950 orang, belum termasuk panitia, tamu undangan, pemerintah, pelaku UMKM, dan masyarakat umum.
Rangkaian kegiatan meliputi:

  1. Upacara Adat Pembukaan
  2. Perlombaan budaya
  3. Pameran
  4. Malam kesenian
  5. Hiburan rakyat
  6. Penutupan dan penyerahan hadiah

Bentuk Dukungan Sponsor

CU BAHARTA SEBAGAGAI SPONSOR LOMBA DOMAMANG DOMIA BERKATEGORI

Sebagai sponsor, CU Banuri Harapan Kita memperoleh berbagai media promosi selama kegiatan berlangsung, antara lain:

  1. Penyebutan nama sponsor dalam berbagai rangkaian acara;
  2. Penempatan logo CU pada media promosi kegiatan;
  3. Penyampaian informasi mengenai CU kepada pengunjung;
  4. Promosi produk-produk unggulan melalui pembawa acara (MC) pada malam kesenian.

Produk yang diperkenalkan antara lain:

  1. PIN AGRO
  2. SITARUNT

ANALISI BRANDING

Estimasi jumlah pengunjung di pesta gawai dayak :
Hari pertama:
•sekitar 3.000 orang
Hari kedua:
•sekitar 2.000 orang
Hari ketiga:
•sekitar 8.000–10.000 orang
Total estimasi pengunjung:
±13.000–15.000 orang
Belum termasuk peserta resmi sekitar 1.500–1.950 orang yang mengikuti seluruh rangkaian acara.
Dengan demikian total orang yang berpotensi terpapar (brand exposure) terhadap identitas CU Banuri Harapan Kita diperkirakan mencapai:
14.500–17.000 orang.

Segmentasi Audiens

Audiens yang hadir sangat sesuai dengan target pasar CU Banuri Harapan Kita, yaitu:
•masyarakat pedesaan;
•petani;
•pekebun sawit;
•pelaku UMKM;
•tokoh adat;
•aparat desa;
•generasi muda Dayak;
•keluarga anggota CU.
Hal ini menjadikan kegiatan Gawai sebagai media promosi yang sangat tepat sasaran.

Relevansi Produk

Produk yang dipromosikan juga memiliki kesesuaian tinggi dengan karakter peserta.
PinAgro
Sangat relevan karena sebagian besar masyarakat bekerja di sektor:
•pertanian
•perkebunan
•sawit
Produk ini menjawab kebutuhan pembiayaan usaha produktif masyarakat.
•Sitarunt
Produk pembelian tanah ini sangat relevan dengan peserta gawai adat Dayak karena:
•Produk sesuai dengan kebutuhan utama masyarakat sasaran.
•Masyarakat melihat CU menawarkan solusi nyata, bukan sekadar promosi.
•Nama CU Banuri Harapan Kita diasosiasikan dengan kepemilikan tanah, keamanan aset, dan kesejahteraan keluarga.
•Tanah memiliki nilai budaya dan diwariskan antargenerasi, sehingga produk ini membangun ikatan emosional yang lebih kuat dibandingkan produk kredit konsumtif.

Keterlibatan sebagai sponsor memberikan dampak positif terhadap citra organisasi, yaitu:
•CU hadir bukan sekadar lembaga keuangan, tetapi juga bagian dari masyarakat Dayak.
•CU dipandang ikut menjaga warisan budaya.
•Meningkatkan rasa memiliki (sense of belonging) masyarakat terhadap CU.
•Menguatkan kepercayaan anggota terhadap lembaga.
Nilai ini jauh lebih besar dibandingkan promosi komersial biasa karena dibangun melalui kedekatan emosional. dibandingkan promosi komersial biasa karena dibangun melalui kedekatan emosional.

Hubungan dengan Stakeholder

Melalui kegiatan ini CU Banuri Harapan Kita juga memperkuat hubungan baik dengan para tokoh-tokoh:
•Dewan Adat Dayak Kabupaten;
•Dewan Adat Dayak Kecamatan;
•Pemerintah Kabupaten;
•Pemerintah Desa;
•tokoh adat;
•tokoh masyarakat;
•organisasi kepemudaan;
•komunitas budaya.
Hubungan tersebut berpotensi membuka peluang kerja sama pada berbagai kegiatan pemberdayaan masyarakat di masa mendatang.

Analisis Nilai Branding

Jika dibandingkan dengan biaya pemasangan iklan konvensional, kegiatan ini memberikan manfaat branding yang cukup besar.
Beberapa indikatornya adalah:
•lebih dari 14.000 orang menerima paparan merek;
•promosi berlangsung selama tiga hari;
•audiens merupakan target pasar utama CU;
•produk diperkenalkan secara langsung kepada masyarakat;
•citra lembaga meningkat karena diasosiasikan dengan pelestarian budaya.

Secara kualitatif, nilai promosi yang diperoleh diperkirakan jauh melampaui nilai nominal sponsorship karena menghasilkan kombinasi:
•Brand Awareness
•Brand Recall
•Brand Trust
•Community Engagement
•Corporate Image

Keterlibatan CU Banuri Harapan Kita sebagai sponsor Gawai Adat Dayak Nosu Mino Podi XXII Tahun 2026 memberikan manfaat strategis yang signifikan.
Selain mendukung pelestarian budaya Dayak, sponsorship ini berhasil meningkatkan eksposur merek kepada sekitar 13.500–16.000 orang, memperkenalkan produk unggulan PinAgro dan Sitarunt kepada masyarakat yang menjadi target utama CU, memperkuat citra sebagai lembaga keuangan yang tumbuh bersama komunitas, serta memperluas jejaring dengan pemerintah dan lembaga adat.
Kegiatan ini menunjukkan bahwa sponsorship berbasis budaya merupakan salah satu strategi branding yang efektif karena mampu menggabungkan promosi produk, penguatan identitas lembaga, dan pembangunan hubungan emosional dengan masyarakat.

Rekomendasi

1.Menjadikan Gawai Dayak sebagai agenda sponsorship tahunan.
2.Membuka booth pelayanan dan konsultasi keuangan pada setiap penyelenggaraan gawai.
3.Menyediakan layanan pembukaan rekening di lokasi acara.
4.Menambah frekuensi promosi produk melalui video LED, media sosial, dan sesi interaktif.
5.Melibatkan generasi muda melalui permainan, kuis, dan edukasi literasi keuangan.
6.Mengembangkan kolaborasi berkelanjutan dengan Dewan Adat Dayak dalam program pemberdayaan ekonomi masyarakat sehingga citra CU semakin kuat sebagai mitra pembangunan berbasis budaya.

Tags :

Artikel