Kami senantiasa menjunjung tinggi nilai- nilai kejujuran, Integritas, etika, dan moral.
Kami bekerjasama dengan berbagai pihak melalui sistem berbasis Teknologi.
Kami mampu mengembangkan gagasan baru untuk meningkatan keterampilan.
Kami mampu melakukan kerjasama dalam tim yang solid dan tangguh untuk mencapai tujuan lembaga dengan keberagaman
Kami mampu bekerja untuk meningkatkan kesejahteraan Anggota
Bapak Pilipus Lada sebagai pemrakarsa CU Banuri Harapan Kita dan menceritakan semangat awal berdirinya CU Banuri Harapan Kita yang di latar belakangi dari tingkat kehidupan ekonomi khususnya keluarga-keluarga NTT, Guru-Guru NTT pegawai negeri. Melihat saat kunjungan mereka masih menempati rumah dinas, padahal sudah bekerja puluhan tahun dan anak-anak mereka sudah besar namun mereka masih tinggal di rumah dinas. Kedua dari sisi perekonomian di Batang Tarang yang hanya ada satu Lembaga Keuangan Pada saat Itu Yakni Bank BRI. Perlu kita ketahui dari sisi perjalan masyakat tingkat bawah akses bank sangat terbatas. Hanya orang-orang tertentu saja, sehingga sangat sulit masyarakat biasa untuk akses ke bank.
Dari dua hal itulah yang melatar belakangi untuk mengumpulkan masyarakat khususnya orang-orang NTT untuk berdiskusi dan Puji Tuhan mereka juga mau datang. Bapak Pilipus Lada pada saat Itu statusnya masih sebagai supir di lembaga Wahana Visi Indonesia (WVI) dan belajar bagai mana menghadapi orang tua-tua dan berstatus sebagai guru, namun dengan penuh semangat mereka masih mau datang dan berkumpul. Waktu itu Bapak Pilipus Lada mencoba mengangkat kedua isu diatas, yaitu isu ekonomi yang mana akses ke bank masih cukup sulit dan teman-teman guru yang masih tinggal di rumah dinas.
Kesadaran mereka untuk berfikir dan cara pandang mereka kedepan baik teman-teman guru NTT saat itu masih sangat jauh sekali, sehingga pada saat ditanya oleh Bapak Pilipus Lada “Sudah punya tanah belum?” masih ada yang menjawab belum punya tanah. Oleh karena itu, mereka betah sekali di rumah dinas. Teman-teman yang mayoritas bekerja sebagai guru, mereka masih mudah untuk akses ke Bank, tetapi beberapa dari mereka yang bukan guru ya sulit sekali, di tambah lagi beliau melihat masyarakat di Batang Tarang ini perekonomiannya masih sangat sulit.
Sehingga isu-isu tersebut disepakati dan akhir nya bagaimana cara kita meningkatkan pendapatan? minimal ada pendapatan tambahan dan saat itu Bapak Pilipus Lada menawarkan untuk membentuk usaha bersama komodo (UB Komodo). Pada bulan Maret 1994 berdirilah UB Komodo, mereka mengumpulkan uang perorang Rp. 35.000,-/bulan dan jika sudah mencapai target yaitu Rp. 15.000.000,- mereka akan membelikan mobil Bus untuk alat transportasi. Diharapkan dari pendapatan itu bisa di bagi berdasarkan saham, itu awal dari UB Komodo
Bendahara UB Komodo pada saat itu adalah Gresensia Merry istri dari Bapak Pilipus Lada. UB Komodo sudah berjalan kurang lebih satu tahun dan semua berjalan dengan lancar. Background beliau yang bekerja di WVI lembaga kemanusiaan dan pengembangan masyarakat sehingga banyak pengetahuan dan informasi yang beliau dapat. Suatu ketika ada kunjungan dari WVI Regio Kalbar datang mengunjungi kantor beliau di sanggau dan waktu itu akan di adakan meeting bersama dengan tim. Beliau di minta untuk fotocopy 1 buku, namun sebelum beliau fotocopy buku tersebut beliau membacanya dan ternyata buku tersebut membahas tentang Credit Union. Beliau menganggap buku tersebut sangat penting, meskipun beliau seorang ekonomi namun tentang CU beliau belum mengetahuinya. Pada akhirnya, beliau fotocopy buku tersebut 2 rangkap, 1 untuk dirinya sendiri dan 1 diberikan sesuai dengan permintaan oleh seorang Bapak yang bernama Sambungo.
Mulai dari buku itulah Bapak Pilipus Lada mengetahui tentang Credit Union, ia berfikir bahwa credit union itu sangat penting, sehingga beliau berubah fikiran dan mengumpulkan keluarga NTT untuk membahas keberlanjutan dari Usaha Bersama Komodo ini, beliau mengatakan “Mari kita bangun CU saja!” dengan pembahasan yang panjang akhirnya teman-teman keluarga NTT setuju untuk mendirikan CU. Para pendiri saat itu sepakat dan berkomitment menjadikan CU BANURI HARAPAN KITA sebagai wadah mengumpulkan orang orang yang punya Visi dan Misi yang sama dalam mengembangkan usaha perekonomian keluarga Khususnya dan masyrakat pada umumnya .
Tepat nya 10 Juni 1995 rencana semula berubah dan akhirnya mendirikan Usaba Bersama berbentuk Koperasi Serba Usaha (KSU) dengan nama “KSU BANURI HARAPAN KITA. Awal pertama penamaan CU Banuri Harapan Kita yang di namai langsung oleh Bapak Pilipus Lada itu sendiri. Berangkat dari seorang pahlawan NTT ia adalah seorang pejuang yang bernama BARANURI yang melambangkan semangat pejuang, sehingga semangat itu lah yang memberi inspirasi kepada beliau untuk meberikan nama pada lembaga yang beliau prakarsai yaitu CU BANURI HARAPAN KITA yang mana semangat juang itulah yang mau di terapakan di lembaga yang beliau dirikan. Banuri sendiri memiliki kepanjangan yaitu bangun manusia mandiri dengan harapan banyak orang-orang yang bisa hidup mandiri serta berkecukupan.
Pemerkasa CU Banuri Harapan Kita Pilipus Lada dan tokoh tokoh pendirinya yaitu : Drs, Gaspar Esso Desso, Benjamin Janggu, Irenus Gedo Gama, Naftali De Kause, Aloisius Alot, Stepanus Sidjun, Yosef Mbengu, Pastor Frans Sidok SVD, Aleksander Nippu, Salomon Kila Ola dan Yakoubus Kea.
Sambil berjalan, beliau juga mengkordinir kelompok NTT untuk arisan membangun rumah dengan meminjam di CU yang mana modal awal CU pada saat itu Rp. 750.000,- berasal dari UB Komodo. Sistem kontribusi arisan pada saat itu untuk membeli kayu dan bahan bangunan lainnya. Proses untuk arisan itu tidak mudah karna berbicara tentang uang itu sangat sulit, dengan bertekad bahwa kita harus bisa memiliki rumah. Untuk meyakinkan mereka Bapak Pilipus Lada menawarkan diri untuk menjadi urutan yang paling terakhir dalam arisan pembangunan rumah tersebut. Beliau ingin menyampaikan bahwa apa yang kita lakukan dan rencanakan tujuannya untuk kebaikan bersama. Membahas tentang inflasi, jika orang pertama mendapat 10 batang kayu maka orang yang paling terakhir bisa saja hanya mendapat 5 kayu. Itu lah resiko yang diambil oleh Bapak Pilipus Lada, hingga akhirnya keluarga besar NTT sudah memiliki rumah pribadi.
Pada saat awal berdirinya CU Banuri Harapan Kita ada beberapa perdebatan terutama dalam hal kepengurusan. Isu-isu kepengelolaan CU di sampaikan oleh Bapak Stepanus Sidjun bahwa jangan sampai CU ini seperti kasus di gereja Katolik yang di dirikan pada tahun 1975. Beliau tetap memiliki pendirian beliau akan bertanggung jawab kuncinya asalkan kita punya niat baik.perdebatan itu cukup panjang. Isu yang kedua CU Samaria yang pada saat itu beliau mengajak bergabung bersama di CU Banuri Harapan Kita namun mereka menolak, akhirnya sepakat CU Banuri Harapan Kita tetap berjalan .
Kemudian di pilihlah kepengurusan CU Banuri Harapan Kita, lagi dan lagi kesulitan di kepengurusan itu pertama harus ada ketua dan bendahara mengingat kepercayan itu sangat penting di suatu lembaga. Bapak Pilipus Lada termasuk orang yang vocal dan paling keras sehingga beliau menyatakan “Saya menawarkan diri, saya menggagas, saya merancang semua ini sehingga saya yang menjadi ketua. Kalau saya menjadi ketua silakan merekomendasikan orang yang menurutkalian tidak jujur yang suka korupsi asalkan saya ketua”, kuncinya ada di pimpinan.
Beliau mengatakan “Siapa sih di Antara kita yang bersih? Tidak ada yang bersih, yang perlu kita bangun adalah semangat memperbaiki ekonomi dan membantu masyarakat”. Pada akhirnya di sepakati Filipus Lada menjadi ketua Pengurus CU Banuri Harapan Kita dan Yosef Mbengu sebagai Bendahara. Mulailah di bentuk untuk memenuhi kepengurusan. Aloisyus Alot dan Stepanus Sidjun sebagai dewan Pembina.
Tantangan awal berdirinya CU Banuri Harapan Kita yang pertama jujur saja berbicara CU, organisasi, Koperasi yang mana harus banyak belajar, banyak membaca dan bertanya kepada orang lain. Beliau mempunyai kebanggan tersendiri, walaupun semua kendali tersentral kepadanya namun pada saat itu anggota-anggota lain begitu kompak. Masing- masing dengan semangat yang sama dan mau menerima kelebihan dan kekurangan.
Rasa ingin tahu dan merasa pengetahuan yang dimiliki kurang, Beliau mengusulkan untuk studi banding ke CU yang sudah eksis dan saat itu studi banding tersebut di fasilitasi oleh WVI dengan membuat program dan akhirnya di kirimkan ke CU Keling Kumang, Tapang Sambas, sekadau pada tahun 1996 jadi mereka belajar dari sana. Karena sudah mendeklarasikan CU Banuri Harapan Kita pada tanggal 10 Juni 1995, mereka semakin giat untuk meminta pendampingan. Pada saat itu, pendampingan dari CU Lantang Tipo Pusat Damai dan BKCUK yang di fasilitator Oleh A.R.Mecer.
Dalam perjalanan awal untuk menyakinkan anggota tidak mudah karena masyarakat khususnya Balai Batang Tarang sudah trauma dengan CU Samaria yang pada akhirnya mengalami kebangkrutan, padahal saat itu sudah memiliki asset hampir satu Milyar. CU Banuri Harapan Kita semakin tergoncang dengan Isu Isu CU-CU yang mau bangkrut. CU Banuri Harapan Kita berusah tetap berjalan, sedikit demi sedikit kepercayaan masyarakat mulai ada. Dalam melakukan sesuatu kuncinya itu adalah pemimpin yang tidak bermain- main dengan uang karena itu adalah hasil keringat masyrakat. Pada suatu ketika beliau bertemu dengan anggota yang kritis terhadap CU dan berkata “Apabila kamu menabung uang Rp. 100.000,- dan uang itu hilang, maka akan saya ganti Rp. 1.000.000,- dan apabila uang kamu hilang Rp. 1.000.000,- maka saya ganti Rp. 10.000.000,-“. Dengan tegas beliau katakana karena untuk menyakinkan orang lain itu tidaklah mudah, apalagi ditambah masyarakat Batang Tarang yang diterpa isu-isu kebangkrutan CU.
Dalam perjalananya kepercayaan anggota mulai meningkat, Gresensia Meri istri dari Bapak Pilipus Lada adalah Staf pertama CU Banuri Harapan Kita dengan Honor Rp 25.000.- /Bulan dan akhirnya dibutuhkan seorang staf lagi mengingat anggota yang semakin banyak, maka terpilihlah Bapak Urbanus Sekiyu melalui rekomendasi, karena ia di anggap mampu dan memiliki skill di bidang Akutansi dengan honor pertama Rp. 100.000,- lebih .
Pada krisis moneter tahun 1997 masyarakat Batang Tarang dilanda krisis sembako, sehingga Bapak Pilipus Lada putar otak bagaimana cara memenuhi kebutuhan masyarakat. Sehingga ia mencoba untuk bekerja sama dengan Bulog dan Koperasi. CU Banuri Harapan Kita menjadi salah satu penyedia sembako dan didistribusi ke pada masyarakat, dari persitiwa itu beliau berpikir untuk membuka unit usaha yang lain yaitu KSU (Koperasi Serba Usaha) dan CU tetap Berjalan. Melalui program pendampingan dari pemerintah pada tahun 1997 CU banuri Harapan Kita membutuhkan staf lagi untuk menjalankan Program Pendampingan pemberdayayan ekonomi Mikro Kecil. Beliau Juga berpikir untuk memiliki unit usah lain selain koperasi simpan pinjam yaitu KSU (Koperasi Serba Usaha) agar bisa berjalan berdampingan untuk mensejahterakan masyarakat di kecamatan Balai. KSU baru berjalan pada awal tahun 1998 dan hanya beroperasi beberapa bulan saja dan pada akhirnya bangkrut atau pailit. USP-nya secara efektif berjalan pada Januari 1996 Untuk memperkuat eksistensi dan legalitas secara hukum, maka pada tanggal 14 April 1997, Pemerintah melalui Kantor Koperasi Kabupaten Sanggau mengeluarkan Badan Hukum dengan nomor: 813/BH/X/1997 tanggal 14 April 1997.
Pengurus pada periode awalnya mendapat peran sebagai tim Sosialisasi dan Pengembangan CU Banuri Harapan Kita sesuai yang di amanatkan oleh Ketua. Rencana Ekspansi Keluar juga cukup keras dilakukan oleh CU Banuri Harapan Kita, mengingat kita harus mengikuti perkembangan yang ada, meskipun mengalami perdebatan antar pengurus tentang ekspansi bahwa tidak menerima ekspansi dari luar dan CU Banuri Harapan Kita tidak ekspansi keluar. Namun pada akhirnya kita menerima itu semua dan siap melakukan ekspansi ke wilayah- wilayah terdekat dengan cara mendirikan posko-posko serta melakukan pendekatan kepada tokoh-tokoh berberpengaruh di wilayah tersebut.
Pada saat perjalanan membangun CU Banuri Harapan Kita, tantangan yang dirasakan pertama adalah bahwa beliau masih sangat muda untuk memimpin orang-orang yang lebih tua darinya ditambah lagi statusnya dipandang rendah sebagai seorang supir. Beliau yang berasal dari luar daerah dan dengan suku yang berbeda dan mendengar pernyataan dari masyarakat Batang Tarang CU Banuri Harapan Kita itu tidak akan berkembanang apalagi di pimpin oleh Pilipus Lada yang masih muda. Tantangan selanjutnya berasal dari sendiri, bagaimana cara mentransfer pengetahuan yang ia miliki ke pada rekan-rekan pengurus, beliau sempat merasa stress rekan-rekan pengurus yang bisa dibilang cukup lamban dalam meneriman penegetahuan yang ia sampaikan. Sehingga, apabila ada kunjungan dari BKCUK itulah saat untuk mereka belajar lebih banyak. Tantangan yang terakhir ialah keluarga. Dukungan dari keluarga kurang dirasakan karena kegiatan-kegiatan rapat dan sosialisasi ke kampung-kampung yang banyak di lakukan pada saat malam hari sehingga pada saat pulang kerumah sudah larut malam.
Struktur organisasi dilengkapi mulai dari dewan Pembina, pengurus, pengawas dan manajemen dan tahun berikut mulai membuka lowongan utuk posisi manajer dan memulai kegiatan SPBP pertama pada tahun 1997 dan di fasilitasi oleh CU Pancur Kasih guna untuk menjalankan cash flow yang sudah dibuat.
Kenapa lebih memilih Credit Union? karena untuk mengerakan perekonomian masyrakat agar lebih mandiri dengan modal yang sudah ada dan dengan cara modal awal yang bersumber dari anggota. Mereka mau mendirikan usaha apa saja namun mereka memerlukan modal, maka lebih cocok didirikan Credit Union.
Kemudian pada tanggal 27 Desember 2001 melalui Keputusan Menteri Negera Koperasi dan Usaha Kecil Mengengah Republik Indonesia Nomor: 101/SK-PAD/DPPK/XII/2001 tentang “PENGESAHAN PERUBAHAN ANGGARAN DASAR KOPERASI KREDIT BANURI HARAPAN KITA” berdasarkan surat permohonan pengesahan akta perubahan anggaran dasar koperasi kredit Banuri Harapan Kita Nomor: 322/Kopdit-BHK/XI/2001, tanggal 26 November 2001, sehingga badan hukumnya berubah menjadi Kopdit murni dengan nomor: 813.a/BH/X, tanggal 14 April 1997. Seiring dengan perkembangan koperasi, badan hukum mengalami perubahan menjadi Koperasi Kredit dengan nomor: 813/SK-BH/DPPK/VIII/2010, Tanggal 23 Agustus 2010.
DAFTAR NAMA PEMRAKARSA DAN PENDIRI CU BANURI HARAPAN KITA
No | Nama | Keterangan |
1 | Pilipus Lada | Pemrakarsa |
2 | Drs. Gaspar Esso Desso | Pendiri |
3 | Benyamin Janggu | Pendiri |
4 | Irensius Gedo Gema | Pendiri |
5 | Naftali D.E. Kause | Pendiri |
6 | Aloysius Alot | Pendiri |
7 | Stepanus Sidjun | Pendiri |
8 | Yosef Mbengu | Pendiri |
9 | Pastor Frans Sidok, SVD | Pendiri |
10 | Aleksander Nippu | Pendiri |
11 | Salomon Kila Ola | Pendiri |
12 | Yakobus Kea | Pendiri |
SUSUNAN DEWAN PENGURUS TAHUN 1995-2022
| Periode | Jabatan | Nama |
| 1995 | Ketua Pengurus | Pilipus Lada |
| Sekretaris | Gresensia Merry | |
| Bendahara | Yosef Mbengu | |
| 2004 | Ketua Pengurus | Pilipus Lada |
| Wakil Ketua | Drs. Lorensius | |
| Sekretaris | Murdiyana Andreas | |
| Anggota | Editha | |
| Anggota | Bartolomeus Tehon | |
| 2005–2008 | Ketua Pengurus | Murdiyana Andreas |
| Wakil Ketua | Pilipus Lada | |
| Sekretaris | Akeng | |
| Bendahara | Naftali D.E. Kause | |
| Anggota | Magdalena | |
| Anggota | Juniar Pasaribu | |
| Anggota | Agustiono | |
| 2009–2011 | Ketua Pengurus | Akeng |
| Wakil Ketua | Pilipus Lada | |
| Sekretaris | Titus Sanum | |
| Bendahara | Ayus | |
| Anggota | Murdiyana Andreas | |
| Anggota | Kolah | |
| Anggota | Yanto Agato | |
| 2012 | Ketua Pengurus | Ayus |
| Wakil Ketua | Kolah | |
| Sekretaris | Titus Sanum | |
| Bendahara | Suhardi | |
| Anggota | Yanto Agato | |
| 2013–2015 | Ketua Pengurus | Albertus Eko |
| Wakil Ketua | Suhardi | |
| Sekretaris | Ayus | |
| Bendahara | Sueno | |
| Anggota | Titus Sanum | |
| Anggota | Suryadi Aya | |
| Anggota | Suharno | |
| 2016–2018 | Ketua Pengurus | Herkulanus Oni |
| Wakil Ketua | Atam | |
| Sekretaris | Kornelis Ruba | |
| Bendahara | Sueno | |
| Anggota | Albertus Eko | |
| Anggota | Kusnandi | |
| Anggota | Yulius Kurniawan | |
| 2019–2022 | Ketua Pengurus | Herkulanus Oni |
| Wakil Ketua | Ramli | |
| Sekretaris | Kornelis Ruba | |
| Bendahara | Benediktus | |
| Anggota | Yulius Kurniawan | |
| Anggota | Kusnandi | |
| Anggota | Yosef Yukhi |
SUSUNAN BADAN PENGAWAS TAHUN 1998-2022
| Periode | Jabatan | Nama |
| 1998–2001 | Ketua Pengawas | Ellias Musa |
| 2002–2004 | Ketua Pengawas | Ayus |
| Sekretaris | Suryadi Aya | |
| Anggota | Herman | |
| 2005–2013 | Ketua Pengawas | Suryadi Aya |
| Sekretaris | Herman | |
| Anggota | Agustiono | |
| 2013–2015 | Ketua Pengawas | Agustiono |
| Sekretaris | Nursalim | |
| Anggota | Yulius | |
| 2016–2018 | Ketua Pengawas | Yulius |
| Sekretaris | Stefanus Riduan | |
| Anggota | Pdt. Balsasar Feoh | |
| 2019–2022 | Ketua Pengawas | Pdt. Balsasar Feoh |
| Sekretaris | Kris Kurniawan | |
| Anggota | Sarinus Supono |
DAFTAR MANAGER – GENERAL MANAGER TAHUN 2004-2021
Tahun | Nama | Jabatan |
2004-2007 | Ayus, S.pd. | Manager |
2007-2010 | Sekiyu | Manager |
2010-2012 | Saniansah,S.E. | Manager |
2012-2015 | Rigu, A.Md | Manager |
2015-2017 | Sekiyu, S.E. | General Manager |
2017-2019 | Agustinus | General Manager |
2019-Sekarang | Lambertus S Nali, S.T,M.M. | General manager |
DAFTAR ANGGOTA PERTAMA SAMPAI DENGAN KE DUA PULUH
NBA | Nama | Terdaftar pada |
3.100.400.000.001 | Pilipus Lada | 01/07/1995 |
3.100.400.000.003 | Kea Yakobus | 01/07/1995 |
3.100.400.000.006 | Simon Sengga | 01/07/1995 |
3.100.400.000.008 | Yupiter Nope | 06/07/1995 |
3.100.400.000.009 | Willem Nomleni | 14/07/1995 |
3.100.400.000.010 | Petrus Kono | 14/07/1995 |
3.100.400.000.012 | Salomon Kila Ola | 20/07/1995 |
3.100.400.000.013 | Alekxander Nipu | 19/07/1995 |
3.100.400.000.016 | Rupina Yetty | 30/07/1995 |
3.100.400.000.017 | Naftali D.E. Kause | 30/07/1195 |
3.100.400.000.019 | Milikheur Nali | 13/08/1995 |
3.100.400.000.020 | Petrus Atem | 22/08/1995 |
3.100.400.000.021 | Thobias Pua | 31/08/1995 |
3.100.400.000.022 | Petrus Simon | 12/09/1995 |
3.100.400.000.025 | Heronimus Goa | 01/10/1995 |
3.100.400.000.027 | Aloysius Alot | 13/10/1995 |
3.100.400.000.028 | Hendrikus Dhesa | 01/09/1995 |
3.100.400.000.030 | Yosep Karel Jado | 01/11/1995 |
3.100.400.000.031 | Silvius Bulan | 01/11/1995 |
3.100.400.000.033 | Yosep Wenggo | 04/11/1995 |
CU Banuri Harapan Kita siap mendukung keberlanjutan usaha Anda.


